Author: Cyra
Genre: horror, comedy,fantasy
Rating: PG-13
Length: chaptered
Casts: Onew, Key, Jonghyun, Minho, Taemin
Summary: They found a mirror, will the mirror show them who’s the fairest of them all?
Disclaimer: SHINee are belong to the Almighty God…this is purely for fun (and some ideas are taken from RL STINE work and Harry Potter fiction tales)
–
Chapter 1 : Found it !
Tak banyak yang bisa dikerjakan minggu siang itu. Suasana yang panas dan cuaca yang berawan membuat kelima pemuda itu lebih banyak menghabiskan waktu di dalam studio apartemen mereka sambil sibuk memainkan game.
Kening pemuda tertinggi yang memegang joystick itu mengerut dengan penuh konsentrasi. Ia paling benci kalah, bahkan dalam dunia virtual sekalipun. Karena itu penting baginya untuk menang. Lagipula taruhannya cukup tinggi siang itu. Siapa yang menang, dia berhak memesan makan siang paling banyak.
Siapa yang tak akan tergiur dengan taruhan seperti itu?
Pemuda itu menghela nafas sebelum memutar joysticknya kekiri sedikit dan…whusshhh !!! Gooolll !!! Ia menang !!!. Ia bersorak girang dalam hati, sementara keempat pemuda yang lain menggerutu menahan kesal.
“Dia menang lagi ! Sudah kali keberapa ini?”, gerutu pemuda berotot sambil membanting joystick-nya ke lantai.
Untunglah lantainya berkarpet, kalau tidak mungkin ia akan semakin marah kalau harus membeli joystick atau gamepad baru.
“Entahlah…sepertinya kemenangan ke lima? Sumpah deeehhh…aku menyerah!”, pemuda lain yang paling muda mengerucutkan bibirnya sambil menatap pemuda yang menang yang duduk disampingnya dengan kesal.
Pemuda lain yang berambut pirang mengibaskan majalahnya dengan sambil lalu,”Bosan ! Bagaimana kalau permainan yang biasa saja? Yang lainnnya?”, matanya menyiratkan bahwa ia punya ide licik.
Pemuda berambut berwarna coklat gelap mengembungkan pipinya lalu berujar,”Game yang biasa? Err…main kartu maksudmu?”, ia bergidik. Mengingat kekalahannya yang cukup fatal beberapa waktu lalu yang membuat ia mengharuskannya minum 20 kaleng yoghurt sekaligus. Itu bukan hal yang mudah lho !! Ditambah lagi itu membuatnya cegukan tanpa kenal ampun selama 3 hari .
Pemuda tinggi itu tersenyum lebar lalu mengalungkan lengannya ke pemuda kurus disampingnya yang masih mengerucutkan bibir,”Kau keliatan manis sekali kalau seperti itu. Tenang Taemin-ah, apapun makan siang kita pasti kita akan senang-senang !!”, ia mengedipkan mata dengan cara yang menjijikkan dan membuat Taemin, si pemuda yang dirangkulnya, mengerutkan kening.
Pemuda berotot yang bernama Jonghyun itu mengambil sebuah bantal dan melemparkannya ke arah si pemuda tinggi, namun gagal. Malah akhirnya menimpa pemuda berambut pirang yang sibuk meneliti lembaran halaman mode majalahnya,”Ya ! Jonghyun pabo !! Apa-apaan kau hah?!”. Jonghyun langsung bangkit dari tempat duduknya dan langsung menghampiri si pirang,”Mian…maksudku mau melempari si sombong Choi Minho itu !!!”, ia menunjuk si pemuda jangkung dengan dagunya dan tatapan sebal,”Tapi malah kena kau yang manis ini…maaf ya…jangan marah yaaaaaa…..”, Jonghyun menjawil pipi si pemuda pirang lengkap dengan senyum manis dan puppy dog eyes membuat si pirang terkesima sejenak.
Dalam helaian satu detik yang terasa lama itu, Jonghyun menikmatinya. Jonghyun menikmati sentuhan lembutnya di pipi si pemuda pirang itu. Dan Minho menikmati pemandangan “manis” yang duduk disebelahnya. Dan semua itu buyar saat suara perut seseorang merusak segalanya. Keras pula.
“Yaaaaaaaa…..Hyung !! Kau selapar itu?!”, jerit si pemuda pirang sambil menatap pemuda berambut coklat gelap yang memegangi perutnya dengan tampang malu.
“Benaaaarrrr !!! Meski aku kalah, boleh tidak aku minta pake ayam bakar lengkap seperti biasa?”, pintanya sambil memelas. “Andwae!!”, pemuda pirang itu memekik,”Kan kau baru sarapan ayam goreng tadi pagi ! Kau mau sakit kolesterol hah?!”, bentaknya galak. Jonghyun menampilkan sederetan giginya yang rapih lalu menjawil pipi pemuda pirang itu lagi,”Key, biarkan saja Onew Hyung makan ayam semaunya ya? Lagipula dia sudah tua…apa salahnya menikmati hidup?”.
Si pemuda berambut coklat gelap bernama Onew itu bangkit sambil berkacak pinggang,”Apa maksudmu tua , Kim Jonghyun !!! Aku yang begini muda, tampan dan gagah kau bilang tua?!”. Minho dan Taemin terkikik berbarengan, well, kalau leader kan memang yang paling tua.
Key menjulurkan lidahnya,”Memang tua kan…dibanding kami. Ya sudah….bagaimana kalau Hyung minum segelas air dulu yang banyak baru kita main lagi”, Key melangkah pergi. Onew memegangi bahunya dengan cepat,”Apa maksudmu minum air? Kan aku laparnya se-ka-raaanggg !!!!”. Key mendesah panjang,”Aduh Hyung, please, sekarang baru jam 10 . Belum waktunya makan siang !!”, ia pergi sambil berlari diikuti Jonghyun yang terkekeh geli.
Onew termangu di tempat untuk beberapa saat lalu melirik Minho dan Taemin yang masih menatapnya dengan geli. Dimana rasa kepemimpinannya saat ini ? Sepertinya terlipat entah kemana ! Ia mendesah panjang lalu bergegas menuju dapur dan meminum segelas besar air. Sementara itu Key dan Jonghyun menuju basement dan membongkar beberapa kotak dan dus-dus yang sudah tampak lapuk dimakan waktu. Hatsyiii !!!!! Jonghyun bersin dan menyeka hidung serta matanya yang berair,”Key-ah, kau cari game apa sih?”, ditatapnya sosok langsing yang sibuk membongkar dus yang tampak menjijikkan. “Game monopoli. Ingat? Waktu itu kita sering bersenang-senang main game itu. Aku mau game itu. Well…kalau ketemu”, katanya sambil masih sibuk membongkar barang-barang itu lalu….,”HATSYYIIIIMMMM!!!!!!!!!!!”. Jonghyun terperanjak kaget,”Bersinmu parah sekali ! Lebih parah dariku ! Ya sudah, kau keatas saja, biar aku yang cari !!!”, buru-buru ia mendorong sosok langsing itu ke atas tangga. “Baiklah, if you insist”, lalu Key beranjak menuju tangga namun langkahnya terhenti saat disadarinya tangan Jonghyun masih menempel di pinggangnya. Ia memutar tubuhnya dan menatap Jonghyun yang terbelalak ngeri.
“A..kenapa?”, tanya Key heran. Jonghyun masih menempelkan lengannya di pinggang pemuda itu,”Kenapa pinggangmu jadi sekecil ini,oh?! Kau harus lebih banyak makan !!!”, pekiknya cemas. Pipi Key memerah,”Memangnya apa urusan pinggangku denganmu? Ayo lepaskan !!”. Jonghyun melepaskan tangannya dengan enggan,”Maaf”. Akhirnya Key menaiki tangga dengan marah, suara bedebum yang ia timbulkan itu cukup jelas menyatakan kekesalannya.
Namun ia berhenti didepan kaca yang tergantung di depan tangga dan menatap bayangan yang ditampilkan dengan seksama. Kulit putih bersih, tulang pipi yang tinggi, mata tajam yang mirip mata kucing, bibir penuh yang kemerahan, lengan yang ramping. Ah…kurasa aku tampak baik-baik saja, kata Key membatin lalu kembali menuju ruang tengah.
Jonghyun menghela nafas panjang lalu menarik t-shirtnya menutupi hidung dan kembali membongkar dus lapuk itu. AKhirnya…”Ketemu !!”, ia memekik gembira dan menepuk-nepuk debu dari kotak monopoli itu dengan gembira. Ia melangkah menuju tangga dan siap meninggalkan basement yang berdebu itu namun sesuatu di sudut matanya menarik perhatiannya.
Apa itu?,batinnya.
Pemuda berotot itu melangkah dengan ragu-ragu menuju sudut ruangan basement sambil mengerutkan kening. Ia tak ingat pernah melihat benda itu sebelumnya. Kapan benda itu ada disini? Lagipula, rasanya ia tak pernah melihatnya sekalipun semenjak ia pindah kesini. Jadi? Pikirannya melayang kemana-mana. Tanpa ia sadari, ia sudah mendekati benda itu. Kira-kira tingginya sih 2 meter-an, batinnya. Ditutupi secarik kain lapuk yang mungkin dulunya putih. Tapi kini berubah entah kuning entah abu-abu. Jonghyun menutupi hidungnya lagi dengan t-shirtnya lalu menarik sepotong kain itu dengan tangannya yang bebas.
“OHHH!!!!”, mulutnya membentuk “o” dengan sempurna dan menatap bayangan yang menatapnya kembali. Ia tersenyum lebar,”Ck..ck..ck…Kim Jonghyun ! Liat dirimu ! Kau sempurna sekali !! Lihat ototmu ! Lihat dada bidangmu ! Yah….kau memang hebat !!”, Jonghyun tersenyum puas menatap bayangan dirinya di cermin tua itu. Ia menonjolkan otot bisepnya dan bersiul penuh kekaguman. Namun wajah penuh senyum itu sedikit mengerut saat pandangan matanya menuju ke bawah,”Yaaa…Kim Jonghyun…kakimu memang pendek sih, tapi kau tetap tampan dan mempesona !!!!”, ujarnya penuh semangat.
Ia terkikik geli dan merapikan poninya sambil menatap cermin tua itu dengan perasaan ganjil sekaligus senang. Cermin tua itu memang keliatannya tua dan seram, tapi benar-benar besar dan bagus !! Apa tidak bisa dibawa ke ruang tengah ya?, batinnya bertanya-tanya.
“KOM JONGHYUN !!! Kau sedang apa? Lama bangettt !!!”, jerit Key dari ruang tengah. Ooopssss….Kim Jonghyun segera menyambar kotak monopoli itu dan berlari ke atas. Sekilas, ia merasa cermin itu bersinar. Dan tangannya berhenti di railing tangga dan terkesiap…benarr !! Cermin itu bercahaya !!! warnanya berpendar kebiruan !!! Jonghyun penasaran dan menatap lebih dekat.
Ia membungkukkan badan dan menatap cermin tua aneh itu dan terbelalak menatap gambar yang ada di cermin itu. Itu dia Kim Jonghyun !! Dan lihat ototnya !! Dan lihat rahangnya yang tampak sempurna !! Dan lihat wajah itu !! Dan..dan..dan…tubuh yang tinggi semampai sempurna. 185 cm !!!! . Kini mata Jonghyun basah dengan air mata. Benar, memang itu dia. Kim Jonghyun yang tinggi, gagah dan sempurna !!.
Minho mengerutkan kening menatap Jonghyun yang kotor penuh debu dan tetes air mata di pipinya,”Hyung…ada apa?”, tanyanya. Jonghyun hanya mendesah panjang, terdengar nikmat dan bahagia,”Aku ini….pemuda yang hebat”, katanya. Key mendengarnya dan mengambil kotak monopoli dari tangannya dan mengerutkan kening, kenapa lagi dia? Kebanyakan angkat beban?. Ia tak ambil pusing dan menggelar permainan itu di karpet. Jonghyun menatap sosok langsing itu dengan penuh sayang. Ia akan memberitahunya segera, sebuah rahasia. Rahasia cermin ajaib. Dan Cuma Key yang boleh tahu soal itu.
Ia mendelik menatap Minho, Taemin dan Onew yang asyik membagikan kartu monopoli. Jelas mereka tidak boleh tahu !!!, batinnnya bersikeras.
to be continued..
Recent Comments