Chapter 10 – “HEARTBREAKERS” (end)

31 01 2011

CHAPTER 10 – FINAL

“Bukan begitu caranya, pabo !”.
“Diam ! Itu benda mahal ! Hati-hati !”.
“Pabo ! Aku juga tahu!”.
“Oh, kau tak sopan pada hyung-mu begitu ?!”.
“Hyung itu panggilan manusia ! Apa kita ini manusia?!”. “Aish, dasar bocah ! Bocah! “.

Ribut. Suara apa ribut-ribut itu?. Onew mendesah dan menggumam. “Diam ! Jangan ribut ! Tampaknya Hyung mulai sadar !”. Suara yang lain. Key tampaknya, Onew tak yakin. Seluruh tubuhnya terasa berat, apa kali ini ia benar-benar…tamat?. Dibukanya matanya perlahan-lahan dan wajah itu balas menatapnya. Jumputan poni itu menghalangi wajah itu, namun Onew tahu ia jelas melihat bahwa mata itu basah. Ia mengernyit lagi, merah. Hanya itu warna yang bisa ia lihat, waeyo? Apa matanya juga ikut berdarah?.

Key bergetar disampingnya,”Ah Onew hyung, untung kupaksakan saja cairan di botol ungu itu masuk kedalam mulutmu. Kalau tidak, mungkin kami harus mengadakan pemakaman malam ini. Ditambah Taemin dan Jonghyun ribut hanya gara-gara masalah Ipod itu. Minho sedang sibuk menghubungi yang lain. Ah, Hyung….”, bisiknya.

Taemin menerobos masuk, earphone berwarna putih menempel di telinganya,”Ah syukurlah Onew hyung !”, ia berlari dan memeluk Onew yang masih tergolek lemah di tempat tidur. “Ahh…:,desahnya menahan sakit.”Oh, mian”, Taemin melepaskan pelukannya dan menatap tuannya itu. “Ya ! Key-hyung ! Hebat sekali bakatmu. Kali ini kita bisa bekerja sama ! “, Taemin mengedipkan mata pada pemuda itu. Key hanya tersenyum simpul. Jonghyun masih tak mampu berkata-kata, ia berdiri mematung di depan pintu. Menatap tuannya yang jelas – hidup – meski masih lemah.

Onew bergerak bangkit dan Key buru-buru membereskan bantalnya,”Jangan buru-buru Hyung…kan kau….”. Onew berdehem dan mengitarkan pandangan ke sekitar, semuanya hanya terlihat berwarna semu merah. Aneh, batinnya.
Minho muncul dan melangkah masuk. Handphone tergenggam erat di tangannya, pemuda jangkung itu menatap Onew dengan waspada sebelum ia menunjuk pintu dengan dagunya. “Waeyo? Ada apa?”, tanya

Taemin heran. Minho berdehem, lalu ia mulai menatap Onew. Menatap mata yang merah itu. “Hyung, tadi aku sudah telepon kesana kemari. Ternyata cairan itu jarang sekali adanya dan hanya ada di beberapa tempat di dunia. Salah satunya di Italia dan Rusia. Cairan itu….bisa mengubah…ehmm….struktur molekul kita”. Semuanya mengerutkan kening, struktur molekul? Bahasa rumit apa itu yang keluar dari mulut Minho?,

“Jelaskan maksudnya”, Onew berkata sambil berusaha membiasakan diri dengan segala sesuatu yang serba merah itu. “Itu…katanya cairan itu mengubah kita – strigoi – makhluk malam, menjadi makhluk siang – moroi. Hyung, mungkin kali ini kau bisa keluar saat ada cahaya matahari ! Mungkin kau tak akan lagi perlu bersembunyi ! “, pekiknya bersemangat. Onew tersenyum, ada-ada saja,”Jangan bodoh. Makhluk seperti kita ini jelas-jelas tak tahan sinar matahari, perlu diundang untuk masuk ruangan, punya bakat istimewa tertentu, butuh mengkonsumsi darah, sembunyi saat siang. Kan sudah kujelaskan semuanya padamu !”, Onew berteriak marah. Tiba-tiba saja ia merasa sangat berenergi dan pandangannya mulai pulih. Ia mulai bisa mengenali warna-warna lain.

“Aku sudah tahu fakta itu selama 2 abad ! Mana mungkin begitu !”, jeritnya gemas. Namun ia menyadari sesuatu yang lain, sebelah mata Minho juga kini berwarna merah !.

Minho mendesah,”Yah, tapi Key yakin begitu. Jadi tadi saat Hyung pingsan, kami semua juga minum itu”. “MWO?!”, Onew hampir tak mempercayai pendengarannya. Kenapa makhluk ciptaan hasil kreasinya ini berbuat begitu bodoh?. Selama ini yang ia tahu, bila ia tak tahan lagi pada takdirnya – isi botol itu akan membebaskannya ke alam baka. Bukankah begitu? Eh? Kini ia merasa ragu dan bimbang. Ia mulai bangkit dari tempat tidur dan dipandangnya keempat namja itu. Kini semuanya mulai bermata merah ! Apa, betul demikian?, ia heran.

Jonghyun terbatuk. Minho juga mulai tersengal. Key juga terbatuk dan memegangi dadanya. Taemin terdiam dan memegangi lehernya yang seolah tercekik. Onew diam, ia bergerak 2 langkah lalu pingsan kembali. Inilah akhir dari kami semua. Tamat.

***

Panas. Hangat. Apa itu ya? Neraka, mungkin. Pelupuk matanya terasa berat. Key mendesah panjang. Aku masih bisa bernafas dengan baik. Tapi, panas apa itu?, batinnya heran. Ia mendengar suara-suara dan langkah kaki. Dan celotehan. Dan suara tawa. Dan hembusan angin lembut yang segar. DImana ini? Surga, kalau begitu. Kalau Tuhan masih mengijinkan makhluk seperti kami masuk surga, bisiknya.
“Hyung”, ada suara memanggilnya. “Hyung, banguuunnnn”, suara itu terdengar seperti bisikan. Memaksa. Ia berusaha membuka mata, berat. Ia lelah sekali. “Hyung, buruan ! Sebelum habis semuanya !”, seru suara itu. Apa yang habis?, tanyanya. Namun sesuatu membangunkannya juga, bau yang sedap sekali. Ia mengenali bau itu dengan pasti ; ada jamur, saus tomat, keju, potongan daging dan….bau darah kering. Sedap sekali !. Key membuka matanya, yang tampak pertama adalah cahaya terang dan dedaunan berwarna hijau. Tidak ! Ini siang hari ! Aku akan mati ! Ia berlari secepat kilat menuju rumah.

“Mau kemana?”, panggil sebuah suara. Ia menoleh, melihat Onew Hyung duduk disalah satu bangku taman sambil mengenggam sebuah buku. Minho dan Junghyo duduk diatas tikar didekatnya. Mereka sibuk memakan pizza dan menatapnya sambil tersenyum lebar. Taemin berdiri tak jauh disekitar situ, menari mengikuti musik Ipod ditelinganya.Eh?.
Onew tersenyum, manis sekali tampaknya. Matanya tak lagi merah, hitam semata. Ia meletakkan buku dan bergerak perlahan. Ia tidak berjalan, melayang tepatnya. Sedikit saja dari atas permukaan tanah.

Setiap gerakannya lembut, halus dan anggun. Wajahnya juga tersenyum, manis sekali tampaknya. Belum pernah Key melihat hyung-nya setampan ini sebelumnya, dan belum pernah dibawah sinar matahari pula. Onew masih tersenyum,”Key, pabo ! Selain menolongku, kau juga menolong keluarga ini. Kamsa hamnida”, ia lalu memeluk makhluk kreasinya itu dengan perasaan puas dan bangga. Key balas memeluknya, baru kali ini ia merasa sangat bahagia. Lalu melepaskan pelukan itu dan berlari ke arah Minho, menyambar pizza yang baru saja hendak dimakannya. Minho menjerit kesal,”Aish !”.

Onew terbahak, pandangannya bertemu dengan Taemin yang masih menari. Mereka saling bertatapan, lalu Onew mengedipkan mata. Nah, akhirnya aku punya keluarga yang seutuhnya. Dan kembali bergerak mendekati kursinya. Ia tak perlu capek-capek berjalan, ia bisa melayang.





The Voices of SUJU and SHINee

23 01 2011

Photobucket

Lately I’ve been loving these two – different fandom and different style. But still from the same company SM….hmm..

Mau coba menganalisa suara mereka ah. This is just an opinion – bukan bashing kok. Hanya opini saja ^^

SUPER JUNIOR

Berhubung ada 13, tapi sekarang dianggap 12 dan mungkin lama-lama hanya jadi sub grup. Tapi mau mencoba menganalisa semuanya…

-Leeteuk
Leader (which is sadly the same age as moi- haha *bitter*) menurut gua sih punya suara yang cukup menyenangkan untuk didengar. Meski kadang porsinya tak terlalu banyak, tapi setidaknya dia selalu kebagian porsi menyanyi. Gua nggak terlalu paham masalah teknik menyanyi – tapi timbre dan control Leeteuk saat menyanyi menurut gua lumayan baik. Pas “Gee” versi softnya, saat itulah baru menyadari bahwa suara Leeteuk lumayan baik.

-Heechul
Nggak terlalu paham suara Heechul. Menurut gua sih, Heechul lebih oke sebagai entertainer ketimbang bernyanyi. Karena gayanya oke banget sebagai entertainer, tapi untuk menyanyi yang sangat serius – mungkin tidak. Tapi power suaranya di lagu “Don’t Don” dan “Neurago” lumayan, meski untuk lagu yang mellow2 mungkin timbrenya tak terlalu pas.

-Hankyung
The Chinese dude that went away, was told as the most fierce in the group. Probably that’s the reason why he left. Ha !. Si fierce guy ini suaranya cukup lumayan, meski setelah mendengarkan solonya, menurut gua dia lebih oke kalau dalam grup. Dan suara nge-rapnya lumayan oke juga.

-Shiwon
Si cakep ini awal mendengarkan, gua pikir suaranya biasa saja. Tapi setelah didengar ternyata lumayan baik ! Timbrenya agak dalam dan control suaranya juga cukup oke. Baik recording dan live, menghasilkan suara yang sama. Ada semacam “soothing” di suaranya yang dalam itu.

-Kang In
Si rakun ini sebenarnya bikin gua terkesima juga. Kenapa bisa Tuhan memberikan suara yang begitu lembut untuk orang yang begitu grasa-grusu? Hihi. Tapi bener lho, menurut gua timbre suaranya cukup oke – baik untuk lagu keras bahkan untuk mellow sekalipun. Memang tak selembut Kyu, tapi tetap cukup lembut dan tekniknya juga lumayan.

-Sungmin
Muka imut, cek. Tampang keren, cek. Senyum manis, cek. Masak, cek. Main piano, cek. Bela diri, cek. Suara oke, cek. Ini dia Sungmin. Pas dia nyanyi solo sendiri dihukum pas main game English di “Super Junior Full House”, gua terkesima. Keren banget !. Apalagi pas dia main piano sambil nyanyi2 di “Super Junior Diary”. Setelah nonton Sungmin, gua mencoba juga nyanyi sambil main keyboard gua. Hasilnya, jelas jauh !. Memang Sungminnie oke banget !.

-Donghae
Cowok cute ini memang punya timbre suara yang menyenangkan. Bahkan cukup baik di lagu solonya “Beautiful”. Saat dia solo sendirian di mobil pas “Super junior super summer” juga cukup oke. Saat bersenandung, meski tak serius, hasilnya juga cukup baik. Meski suaranya tak punya power sekuat Sungmin atau Wookie.

-Eunhyuk
Hyuk oke kalau ngerap. Kalau bernyanyi cukup lumayan tapi di telinga gua masih terdengar agak aneh. Kontrol suaranya lumayan, meskipun suaranya tak terlalu berpower. Hyuk memang oke banget kalau ngerap ! Rapper imut yang keliatan gusi kalau senyum ini memang rapper paling oke*ngacung 4 jempol*

-Shindong
Shindong, kebagian posisi rapper selain Hyuk. And they both work so well. Belum pernah mendengar Shindong menyanyi solo sendirian jadi tak terlalu bisa berkomentar. Di “Neurago” porsi nyanyinya sedikit dan hasilnya lumayan oke. Mungkin lebih baik kalau nanti porsinya dibanyakin dikit. Haha,

-KiBum
KiBum punya porsi menyanyi yang sangat sedikit di SUJU, tampaknya sih ya (berhubung jadi penggemar SUJU belum lama sih- mian). Tapi kalau ngerap lumayan. Di “HAengbok” dia kebagian bernyanyi sedikit, kontrol suaranya cukup lumayan dan suaranya nggak jelek2 amat. Menurut gua dia oke banget kalau kebagian spoken verse kaya Kevin BSB dulu. Cepatlah kembali Kibum-ssi ! Ppali-wa ! uri ELF menantimu !

(3 terbaik dianalisa terakhir…hehehehe…)

-Yesung
Nggak akan ada yang bilang kalau Yesung nggak bisa nyanyi. Karena di SUJU MINI DRAMA-pun, saat dia mau melakukan hal yang lucu, semua orang langsung melarang dan bilang,”Uri Yesung should sing”. Dan dia bernyanyi. Power suaranya sangat keren dan oke, tapi kontrolnya kadang2 tak terlalu pas saat live. Apa Yesung itu baritone atau bass ya? Yang penting, suaranya agak lebih dalam dari Kyu dan Wookie. Tapi di K.R.Y mereka bekerja sangat baik. Kudos !

-Kyuhyun
Orang yang terlahir dengan suara indah, tetap terdengar indah bahkan saat menyanyikan lagu anak2 ! Di SUJU MINI DRAMA, dia menyanyi lagu “Three bears” dan tetap terdengar indah. Itulah Kyu. Kalau nggak ada Kyu, SUJU nggak akan lengkap !. Timbre suaranya lembut dan control suaranya juga cukup baik. Dia juga punya vibra yang keren, meski tak sekuat Yesung. *ingin punya suara indah kaya Kyu-hiks* Disalah satu majalah di Indonesia, Kyu juga dinobatkan sebagai “best voice”. Nggak heran, memang oke banget sih ! Thumbs up !

-Ryeowook
Berhubung ini orang yang paling gua sayang, gua bahas terakhir (haha). Di SUJU awalnya gua suka Donghae, tapi si geeky ini mencuri perhatian gua. Orang ini, suaranya…tsck tsck tsck. My cookie Wookie, kontrol suaranya sangat keren, bahkan saat menari. Kok bisa ya?. Saat mencapai nada2 tinggi juga dia tak tampak kesulitan. Tampaknya dia paham betul soal teknik menyanyi karena control dan power suaranya saat live lebih baik ketimbang Yesung. Timbrenya tak selembut Kyu tapi tetap keren dan sangat khas ! Sekali dengar kita langsung tahu kalau itu suara Wookie. Go Wookie ! Fighting!

SHINee

(now it’s the shining star….or is it…too much heat and it burns?)

-Jonghyun
Over singing. Over singing. Over singing. Menurut gua, main vocal SHINee ini over singing. Padahal tak perlu begitu deh. O_o Pada saat dia bersenandung biasa dan tak over, suaranya indah nian ! Tapi begitu dia bernyanyi sangat serius, kenapa bisa jadi over singing?. Di “Love’s like oxygen”, kenapa begitu intro dia harus langsung over singing? Begitu dia bernyanyi biasa kaya di “Hello”, dia terdengar indah. Di “Because of you”, again, dia over singing pada beberapa bagian. Pada akhirnya malah lebih menyukai suara Onew sebagai penyanyi latarnya. Mungkin sebaiknya dia mengobrol lagi sama Yesung, karena menurut gua timbre dan vibranya ada kemiripan.

-Key / KiBum
Awalnya mendengar suaranya, ah biasa saja. Tapi setelah didengarkan berkali-kali (on my case, listening endlessly to “Replay”) – ah ternyata suaranya indah juga ! Punya timbre unik yang lucu. Dan control suaranya cukup baik. Saat nge-rap juga oke. Hence the nickname, I got it Key-ssi !. The loveable Almighty.

-Minho
Kalau ngomong biasa, suaranya memang dalam sekali ya. Cowok banget ! . Begitu bernyanyi juga nggak jauh beda. Kalau nge-rap memang pas banget dan sangat berpower. Kalau bernyanyi, ah gua belum punya klip-nya. Hanya di bagian “Hello” saja dan sangat sedikit pula. Mungkin ada yang bisa bantu?. Di “Hello Baby” dia bernyanyi “Gee” dan nggak banget ! Gua ngebayangin dia nyanyi lagu2nya Michael Buble jadinya kaya apa ya?. Btw, is it just me or is he squinting so much?.

-Taemin
Baru nonton SBS Gayo dan dia sebagai circus leader or some sort. Selain terkesima oleh wajahnya yang cantik itu (apa daya, feature wajahnya memang feminine sih) – baru sadar kalau suaranya keren. Pada saat live, kontrol suaranya sebaik Onew. Semoga suaranya tetap oke ya – meski nanti mungkin berubah dikit2. Namanya juga growing phase. Timbrenya unik dan sangat…hmm…berjiwa muda.

-Onew
Gua baru nonton “Hello Baby” pas dia karaokean dan nilai dia cuma 60 ! Dan dari mukanya keliatan kalo,”Ah gila aja ! Nggak mungkin nilai gua segitu!”. Dan dia menyanyi lagi, all out dan nilainya langsung 99 dan baru mukanya keliatan puas dan bangga. That’s more like it. Haha.

Onew punya timbre suara yang lembut meski control suaranya kadang oke kadang tak oke. Di “Forever more”, control suaranya oke. Tapi di “How deep is your love” malah aneh. Kalau dia bersenandung, sangat oke. Kalau dia nge-rap, juga lumayan. Over all, timbre suaranya yang manis dan lembut itu memang sangat pas di SHINee. Meski tak selembut Kyu (Suara Kyu emang lembut banget sih ya), si accidental prone yang imut ini power suaranya juga oke. Vibranya kadang muncul kadang tidak – which is weird. Menurut gua, Onew bernyanyi paling baik di SHINee. Waktu gua nonton dvd “SNSD LIVE IN SHANGHAI” gua belum tahu yang mana Onew dan mana Taemin, tapi pas dia nyanyi duet bareng Sica SNSD – kontrol suaranya jauh lebih baik dari Sica (IMHO lho).

Itulah opini gua. As usual, gua cenderung suka sama orang yang (menurut gua) bersuara terbaik di band.

So, there you go. Onew and Ryeowookie. Clap ! Clap ! Clap !. My two fave singer for the moment. Saranghae !

X O X O

-CyRa





Chapter 9 – “Heartbreaker”

18 01 2011

CHAPTER 9

Photobucket

Onew terbaring didekat jendela. Seluruh mulut, hidung dan telinganya bersimbah darah. Matanya yang biasanya bersinar lembut kini semakin meredup. Dan hanya tersisa sedikit warna merah di iris matanya. Minho menggaruk kepalanya yang tak gatal,apa yang harus dilakukan? Kenapa Taemin lama sekali?, ia bingung.

Jonghyun duduk merosot disamping tempat tidur dan mulai menangis terisak. Bagaimanapun Onew Hyung adalah penolongnya…ia harus bisa menolongnya juga ! Apa yang harus dilakukan !.

Key berdiri mematung didepan tuannya itu, ia menghela nafas panjang. Lalu mengendus. Ada sesuatu yang menarik penciumannya. Bau apa ini?.Ia lalu bergerak menuju laci meja nakas Onew dan mengendus. Ada botol kaca berwarna keunguan disitu. Ia mengendus dan mengendus. Dan ia yakin, inilah jawabannya. Ia segera membuka botol itu yang mengeluarkan suara desis perlahan dan mendekati Onew. Hanya dadanya yang masih turun naik menandakan masih ada kehidupan dalam tubuh itu. “Hyung….”,bisik Key, diberikannya botol itu pada tuannya itu. Key tak paham betul apa isi botol itu, tapi dia yakin – isi botol itu yang akan menyembuhkan Onew !.

Onew bergerak bangkit perlahan dan menyandarkan tubuhnya ke tepi jendela,”Key-ah…ada ap…ah!”, ia terbelalak, menatap botol keunguan itu yang telah dibuka. “Key, kenapa botol itu….”, ia tak sanggup menjawab, ia membersihkan darah di bibirnya dengan punggung tangan. Key mendekatinya cepat,”Aku tak paham Hyung. Malam ini banyak yang terjadi dan rupanya aku punya bakat penciuman. Isi botol ini baunya menarik , lain daripada yang lain. Aku tak tahu tapi…cobalah Hyung”, pemuda itu mengansurkan botol berwarna keunguan itu dihadapan Onew.

Onew bergerak mundur sambil mengelap dirinya dengan handuk yang ada di kakinya,”Aku janji Key, aku akan minum isi botol itu. Tapi tidak saat ini”, ia bersikeras sambil terus bernafas tersenggal-senggal. Tiba-tiba saja ia merasa lelah sekali dan pandangannya mulai berwarna kekuningan.

Taemin menyerobot masuk dan berdiri diam didekat lemari pakaian. Jonghyun bertanya padanya dengan suara serak,”Bagaimana?”, tanyanya pada “adiknya” yang satu ini. Taemin tersenyum sinis, “Selain tangannya yang berusaha merabaku, aku tak dapat info apa-apa. Kusetel saja pheromoneku sampai berbau busuk sekali hingga aku bisa pulang. Ia masih muntah-muntah saat ini. Lebih baik begitu daripada aku tak bisa pulang!”, pekik Taemin, masih merasa jijik. Memang tak semua makhluk sejenis mereka ini sopan dan beradab, mereka beruntung memiliki guru dan tuan seperti Onew. Jonghyun bangkit dan memeluk Taemin yang gemetar. Minho menyandarkan tubuhnya di dinding, ia benar-benar merasa sangat lelah.

Onew memejamkan mata, kurasa ajal akan memanggilku sebentar lagi. Ia tersenyum. Sekilas teringat akan “hari kelahirannya”. Ia seorang sastrawan atau sejenisnya. Masa itu banyak yang sakit paru-paru berat dan ia terbaring tak berdaya di ruang rumah sakit, menunggu ajalnya seperti saat ini. Ketika sang penciptanya mendatanginya, ia menatapnya lama lalu berbisik,”Kau punya potensi. Akan kubuat kau bahagia”. Lalu gigitan itu, demam itu, teriakan itu dan semua emosi itu. Dan botol kaca keunguan itu. Ditengah semua penderitaan akan hari yang mengubahnya menjadi makhluk itu seperti saat ini, samar-samar teringat ucapan sang penciptanya itu ditelinganya sebelum pergi meninggalkannya,”Saat terdesak, saat kau sudah punya keluarga yang baik. Baru kau minum cairan ini, arrasso?”.

Apa maksudnya?, batin Onew. Nafasnya semakin berat. Samar-samar masih terdengar suara teriakan Key ditelinganya, namun semuanya terasa begitu jauh. Sesudah 2 abad ini, mungkin akhirnya aku bisa tidur pulas. Beristirahat lama. Terbayang di ingatannya wajah-wajah makhluk hasil kreasinya. Jonghyun, Minho, Taemin dan Key. Annyong…..





Chapter 8 – “Heartbreakers”

15 01 2011

CHAPTER 8

Photobucket

Key terbangun, ia masih terbaring di lantai kamar mandi. T-shirtnya hancur, penuh dengan darah. Tapi entah bagaimana, ia merasa sangat segar. Apa itu tadi?, tanyanya heran. Ia membuka pintu bilik dan seorang pemuda yang sedang mengoleskan lip-balm ke bibirnya menatapnya terkejut,”Waa! Kenapa kau ?”. Key tersenyum,”Ah tidak …..tadi aku, mimisan saja”, katanya sambil lalu sebelum ia melangkah mundur. Pemuda itu tersenyum kembali kepadanya,”Dasar. Dengan tampang sepertimu harusnya kau rawat dirimu dengan baik. Cari saja t-shirt yang baik di bagian belakang sana, lost and found. Daripada kau berkeliaran seperti pembunuh bayaran seperti itu”, katanya geli. Ia lalu merapikan kembali rambutnya dan melangkah pergi. Key mendengus sekali lagi untuk memastikan, benar katanya. Pemuda itu mengidap AIDS, jelas sekali tercium dari baunya. Tapi, bagaimana aku bisa tahu?, kini ia yang bingung.

Ia mengendikkan bahu. Lalu melangkah menuju ruang belakang, lost and found. Semua orang yang mabuk dan tak ingin pulang dengan noda kotoran di bajunya selalu menggunakan ruang ini dengan baik. Ini pertama kalinya bagi Key. Ia mencari t-shirt tapi yang ada hanya t-shirt wanita. Ditariknya sebuah kemeja berwarna pink yang masih tampak baik. Dilihatnya labelnya, ia bersiul. Seseorang yang sial telah kehilangan sebuah kemeja yang sangat mahal dengan merk terkenal. Ia memakainya dan merapikan penampilan seadanya. Nah, kini setidaknya ia sudah merasa lebih baik dari tadi. Ia lupa sama sekali akan Minho dan Taemin.

Key melangkah menuju tempat parkir dan mobil Audi hitam itu sudah tak ada.
Seseorang menyentuh pundaknya,”Temanmu sudah pergi dari tadi”, katanya. Key menoleh, pria ini si penjaga pintu. Diabetes, cukup parah. Ia mendengus untuk benar-benar memastikan dan heran bahwa ia tahu,”Oh Hyung, kamsa ham..nida”, katanya terbata lalu melangkah pergi. Ia memutuskan satu tempat pasti yang harus didatangi, apotek.

Begitu memasuki apotek, ia lalu duduk disembarang tempat dan mencengkeram sebuah majalah kesehatan. Seorang wanita paruh baya, paru-paru. Seorang pria bertampang eksekutif, jelas perlu cuci darah. Seorang gadis kecil yang mungil dengan pita merah yang manis di rambutnya, sedihnya..leukeumia. Seorang wanita yang mungkin berusia 40 tahun-an, kanker payudara. Seorang ibu rumah tangga melewatinya, cukup sehat – hanya kurang asupan vitamin B. Seorang pemuda sekitar seumurnya lalu duduk disampingnya, Key mengendusnya….tak tercium apa-apa. Pemuda ini sehat sekali. Seorang pria dengan rambut berminyak berjalan perlahan menuju kasir, Key mengendus dan mengernyit, pria itu sakit tubercholosis !. Ia terperangah, rupanya rasa sakit tadi waktu kelahiran bakatnya ! Ia kini punya bakat istimewa !. Ia segera bergegas pulang, ingin segera menemui Onew-hyung dan melaporkan hal ini. Ia mungkin akan senang, pikir Key. Ia berusaha menghindari sekelompok pemuda yang sakit flu dan berlari secepat mungkin. Pertama kali dalam hidup sejak “kelahirannya”, ia merasa sangat percaya diri.

Sementara itu Jonghyun sudah tiba di rumah dan memasukkan beberapa botol berisi darah kedalam lemari es khusus. Lalu mengelap segala sesuatu yang kotor dan memastikan segala sesuatunya rapi. Key suka segala sesuatunya tetap rapi. Justru karena makhluk kreasi baru itulah kini segala sesuatu di rumah itu tampak rapi. Semuanya tampak seperti terletak pada tempatnya. Onew-hyung kerap kali geli memandang adegan Key yang sibuk membereskan sepatu hanya karena salah taruh dan sebagainya. Jonghyun kerap kali tak memahami cara pikir tuannya itu. Apa dia memilih makhluk kreasinya hanya karena salah pilih atau ada ketentuan dan aturan khusus?. Ia mengenal salah seorang makhluk lain sepertinya, hanya menciptakan kumpulan pemuda yang tampan dan gagah saja. Lalu dikoleksi seperti mainan dan malah diperlakukan buruk. Jonghyun bergidik jijik. Setidaknya tuannya itu tidak demikian adanya. Masih muda dan bersikap manis (yah, meski kadang-kadang cukup kejam juga).

Ia meletakkan sebotol darah itu disamping laptop Onew. Onew kerap menghabiskan banyak waktu didepan laptopnya itu, entah melakukan apa. Sampai saat ini Jonghyun dan yang lain masih tetap tak paham bagaimana Onew bisa bertahan hidup, mendapatkan pemasukan tetap dan yang lain sebagainya. Masih banyak yang menjadi misteri namun ia tak sanggup bertanya. Setidaknya ia bisa hidup enak, tinggal di tempat enak, makan dan minum setiap waktu yang ia inginkan. Tak lagi kelaparan, kehujanan, kesepian.

Onew menatapnya dengan seksama,”Gomawo. Cobalah istirahat sejenak. Tampangmu benar-benar tak karuan”, komentarnya sambil menutup laptopnya. Jonghyun tersenyum miris, malam ini ia memang bekerja ekstra keras. Mengeluarkan bakatnya yang istimewa itu memang membutuhkan banyak tenaga, kadang ia memforsir diri – khawatir bila yang lain kelaparan. Terutama Key dan Minho, serta tuannya tentunya. Ia tak pernah khawatir akan Taemin. Cukup sekali kedip, maka bocah beruntung itu bisa makan dengan kenyang.”Ne…..aku ke kamar dulu Hyung”, ia lalu melangkah pergi sambil meregangkan tubuh.

Beberapa menit kemudian Minho datang dan menatap tuannya itu sedang meneguk isi botol itu,”Annyeong…”, katanya pelan. Taemin berada dibelakangnya, menggumamkan beberapa bait lagu rap dan menatap pergelangan tangannya,”Ah…Hyung!! Jam tanganku rusak !”, jeritnya. Onew menghabiskan isi botol itu,”Cheongmal? Ya…nanti kita beli yang lebih bagus”, katanya sambil membuka kembali laptopnya. Minho mendesah, pengeluaran lagi. Kenapa si bocah bodoh ini tak paham bahwa barang itu harus dijaga dengan baik?. Taemin mendekati meja tuannya itu sambil tersenyum senang sambil menaruh sebotol berisi darah disampingnya,”Yo gi!”, katanya bersenandung. Onew tersenyum, saat-saat ini harusnya beruntung. Ia bisa minum sampai kenyang. Biasanya ia harus tahan lapar cukup lama, saat cuaca buruk misalnya. Bahkan manusia tak ada yang mau pergi ke bar atau convenience store sekalipun dan pesan daring. Ah, saat itu ia akan menderita. Namun saat cuaca hangat dan cerah seperti malam ini, lain ceritanya. “Gomawo !”, lalu meneguk isi botol itu hingga habis dan melanjutkan kegiatannya tadi.

Minho dan Taemin melangkah pergi. “Pabo ! Memangnya kemana jam tanganmu yang lain?”, bisik Minho. Taemin mengendikkan bahu,”Kadang-kadang para mangsa cukup agresif”, katanya singkat lalu melangkah pergi. Minho bersiap menjewer telinga Taemin sebelum terdengar….,”AKH!”. Mereka menoleh dan melihat tuan mereka terbaring di lantai !. Mereka segera bergegas mendekati Onew yang terbaring dan berteriak,”Hyuuungggg !!! Ada apa? Kenapa?”, tanya Taemin dan Minho panik. Onew menggelengkan kepala dan menghantam dadanya dengan kepalan tangan, sesuatu terasa panas dan sangat salah !. Ia tak yakin apa, tapi ia masih belum mampu berkonsetrasi sampai…..”Huuukkkkk”, ia muntah darah. Minho terpana dan menatap Taemin,”Cepat sana ! Panggil Jonghyun !”. Taemin mengangguk dan berlari menuju kamar Jonghyun.

Nafas Onew mulai tersenggal-senggal dan ditatapnya sosok jangkung kurus dihadapannya itu,”Minho, kau sangat kupercaya. Tolong jaga yang lain kalau ada apa-apa….”. Onew tak menyelesaikan kalimatnya itu, Minho menariknya paksa dan membawanya ke kamarnya,”Jangan berkata bodoh seperti itu Hyung. Tubuhmu selalu lemah, mungkin kau hanya sakit saja”, potongnya pendek. Minho membaringkan tubuh itu di tempat tidur dan berlari, mencari Taemin dan Jonghyun. Dan Key. Kemana saja dia? Semoga salah seorang diantara mereka tahu apa yang perlu dilakukan !, harapnya cemas.
Mereka berpapasan didepan dapur. Jonghyun malah sudah mengenakan piama, membuat Minho menjadi tak enak hati. “Ada apa?”, tanya Jonghyun sambil menatap Minho. Minho menatap Taemin lalu menceritakan singkat mengenai apa yang terjadi. Jonghyun tersentak,”Apa dia…keracunan?”, tanyanya. Semua langsung tersentak kaget. Keracunan darah. Itu kata yang tabu bagi mereka. Bagi makhluk sejenis mereka, darah memang jadi konsumsi utama. Sedapat mungkin mereka berusaha mengkonsumsi darah yang baik. Apa darah hasil mangsa mereka malam ini kurang baik?. “Ta..tapi aku yakin darah itu ba…baik”,Taemin mulai terisak. Jonghyun mendesah, mengingat semua mangsanya malam ini, apa salah satu diantara mereka…tidak sehat?.

Minho memukul dinding,”Jangan saling menyalahkan diri seperti itu ! Cepat ! Apa yang harus kita lakukan? Ppali !”, jeritnya. Jonghyun menghembuskan nafas panjang,”Taemin, cepat kau tanya Hyung itu. Dia kan paling mudah ditemui di bar, siapa tahu kau bisa dapat informasi atau bagaimana”. Taemin bergidik jijik, dia tak suka makhluk itu,” Mworago?! Shireo!”.
Jonghyun mendesah panjang,”Aku paham perasaanmu. Sudah sering dia menggodamu agar meninggalkan Onew-hyung dan menjadi budaknya. Aku paham, dia memang menjijikan dan hina. Tapi kita tak punya pilihan. Dia lebih tua dari tuan kita, siapa tahu dia punya koneksi atau apa..ya?”. Taemin mendesah panjang, syalnya ditarik menutupi mukanya yang cemberut. Namun ia segera bergegas pergi. Jonghyun dan Minho menatap punggung itu menghilang dibalik pintu. Jonghyun menepuk pundak Minho,”Aku masih ada persediaan, siapa tahu darah baru bisa mencuci darah yang lama”, katanya. Mereka bergegas menuju dapur dan mengambil 2 botol dari kulkas itu. Minho masih heran, kemana si Key? Saat-saat begini juga.

Mereka lalu bergegas menuju kamar Onew, namun Onew tak tampak ditempat tidur. Ia duduk didekat jendela. Dari mulutnya, hidungnya dan bahkan telinganya mengeluarkan darah !. Minho dan Jonghyun terperangah, ini memang benar ! Keracunan darah !. Minho bergegas mendekati tuannya itu, ia sedang terpejam. Tampak damai meski dengan semua darah itu. “Hyung!”, digoncangkan bahunya. Onew membuka mata dan hebatnya….tersenyum,”Sungguh Minho, aku sangat percaya padamu dan Jonghyun. Aku titip Key dan Taemin, mereka itu….huuukkkk”, ia kembali muntah darah. Jonghyun tak berdaya dan mencoba membersihkan tuannya itu dengan selembar handuk. Minho mengansurkan sebotol darah, tapi tuannya itu menggeleng lemah,”Ah…mungkin sesudah 2 abad ini, aku tak tahan. Akhirnya…mungkin ini menjadi akhirku….”, ia menghembuskan nafas panjang. 2 namja itu berpandangan, apa yang harus dilakukan?.

Key tiba-tiba muncul didepan pintu,”Hey…apa yang terjadi?”. Jonghyun menatapnya dengan mata basah dan pandangan tercekat. Hanya Minho yang berhasil menguasai dirinya dari kesedihan dan menarik Key ke arah meja kerja Onew dan menceritakan apa yang terjadi. Key mengangguk,”Oh”, lalu tercenung. Dan mengendus. Dan mengendus. Lalu mengernyit jijik. Minho menatapnya heran, apakah ia bau?, tanyanya dalam hati. Key membungkuk dan memungut 2 botol darah yang tadi diminum hyungnya lalu mengendus dan lalu bersin keras,”Aku tahu masalahnya ! Hyung keracunan darah. Ini darah hepatitis ! “, jeritnya. Minho tertegun,”Darimana kau tahu kalau darah ini mengandung hepatitis?”, tanyanya. Key tersenyum singkat,”Tadi waktu hidungku berdarah di bar…lalu…begitulah…”. Minho lalu menariknya ke arah dapur, ke arah lemari es khusus itu,”Nah, buktikan perkataanmu”.

Key mendesah lalu mengambil satu botol dan mulai mencium,”Sehat. Oke. Sehat. HIV, buang saja. Oke. Masih oke. Kanker, buang. Baik. Darah muda, lebih baik. Sifilis, buang. Mwo? Apa ini? Komplikasi, lebih baik buang saja”, ia lalu terus meneruskan kegiatannya itu. Mengendus dan memilah. Dan Minwo terpana menatapnya. Si bocah ini ! Si makhluk kreasi baru tuannya ini ternyata memiliki bakat yang sangat berguna !. Jonghyun menerobos masuk dengan berlinangan air mata,”Hyung…Onew Hyung….”. Ia tak mampu meneruskan kalimatnya. Ketiganya berlari menuju kamar Onew Hyung. Onew hyung! Onew hyung! Onew hyung! .





SE7EN

15 01 2011

Habis nonton ulang “SE7EN” – nya Brad Pitt. Got me curious. *tee hee*

Greed: Low
 
Gluttony: Medium
 
Wrath: Low
 
Sloth: Low
 
Envy: Low
 
Lust: Very Low
 
Pride: Medium
 

Discover Your Sins – Click Here





“FOREVER YOUNG”

9 01 2011

Years have passed by
And the end probably just close by
And I don’t want to go there, ever
I want to be here with you, forever

I want to stay young and happy
Who cares about this diet, we’ll stay healthy
We will never grow old, we will just stronger
We will never have to work, we will stay together

I want to stay young and happy
I just want to be around here, never lonely
I like to stay here for good
I don’t ever want to work, just fetch me some food

I want to be forever young
Never get any wrinkles or aching toes
Just hang around with some friends and kick some foes
Feeling excited even though I’m losing shoes

I want to be forever young
I’d like to stay that way forever
And never grow old a day, ever
Just laughing with you here through all summer

But the clock keeps ticking
And my mind already wandering
What will happen if I just stay here?
Will they still love me even though I’m nothing?

I want to be forever young
Though I’ve been running
But the clocks keep ticking
And in the end of day, finally it’s coming

I want to be forever young
But we will grow old some or other way
We can’t deny what’s coming our way
Just keep it cool, don’t worry
We will make this journey gladly all the way…


Happy New Year 2011 >>>>>>>>>>>





Chapter 7 – “Heartbreaker”

5 01 2011

Photobucket

CHAPTER 7

“Mau kemana?”,tanya Minho sambil menyetir santai,”Seperti biasa malam ini mungkin aku menemani Taemin di bar. Si bodoh itu kadang suka makan seenaknya. Tidak bisa begitu, kasihan Onew-hyung”, komentarnya. Key menatapnya kembali, apa dia bodoh? Buta, atau bagaimana?. Lalu Key teringat, karena tak punya bakat istimewa maka dia cenderung melupakan detail-detail tak penting. Kecuali saat membantu yang lain menyingkirkan mayat. Dan dia membaca semua buku forensik itu. Ia paham bagaimana cara menghapus jejak darah, menghilangkan sidik jari dan semacamnya. Ia belajar keras dan mati-matian agar tugas yang diberikan Onew-hyung untuknya dikerjakannnya sesempurna mungkin. Kabarnya, dulu Minho selalu kelaparan dan hidup dalam kemiskinan. Makanya ia sangat bersyukur ia “dilahirkan” kembali oleh Onew-hyung.

Tapi bagaimanapun, please.

Key mengelap darah dari hidungnya dan masih bertanya-tanya mengapa Minho tak menyadari hidungnya yang jelas-jelas berdarah ini. Tapi lalu kecemasan mulai timbul dalam dirinya, bukankah ia juga tak punya bakat istimewa lain? Selain memasak? Aish ! Memikirkan ini Key menjadi gelisah lalu berkata,”Aku ikut saja ke bar. Mungkin ada yang menarik disana”, ujarnya pasrah. Minho mengangguk perlahan lalu mulai menaikkan kecepatan mobil.

Di bar itu, penuh sesak. Seperti perkiraan, antrian sudah panjang sekali. Tapi Minho dan Key dapat memasuki bar itu dengan santai, para bouncer sudah kenal dan hafal betul siapa mereka. Ditambah lagi Taemin yang memang menghabiskan waktunya setiap malam mengunjungi bar ke bar. Tak ada yang bertanya, apa pekerjaan mereka. Selain sekumpulan pemuda yang hanya hobi berkumpul setiap malam di bar. Onew tak pernah mau bergaul dengan manusia. Ia lebih senang hidup dalam kesendirian, menanti para makhluk kreasinya membawa pulang makanan.

Begitu memasuki pintu, Key langsung mengerutkan kening. Hidungnya memang masih terasa agak sakit karena pukulan tadi, tapi bau pheromone Taemin sangat kuat tercium malam itu dibanding malam yang lain. Minho juga berhenti mendadak dan menutupkan tangan ke area hidungnya,”Si bodoh itu ! Mungkin karena makanan bercampur darah kering itu, makanya dia menjadi begini sekarang”. Mereka bergerak mengitari ruangan dan menemukan Taemin sedang duduk santai dikelilingi para gadis yang tampak sangat mabuk sekali oleh bau itu. Taemin melambaikan tangan dengan ceria,”Annyeong !! Ayo sini !”. Minho bergegas mendekatinya dan menyingkirkan seorang gadis yang tampak siap menjilat telinga Taemin,”Pabo ! Tak perlu sampai begini ! Kendalikan dirimu !”, desisnya galak. Taemin memandangnya dengan tatapan marah lalu mulai mengendalikan diri, kini bau pheromone itu tak sejelas tadi. Dan beberapa gadis lain sudah bisa bangkit dan berdansa kembali, seolah-olah tak ada hal aneh yang terjadi.

Key berdiri mematung dan mendesah, bakat yang hebat, gumamnya dalam hati. Seseorang mengelus lengannya,”Manis, mau ikut dansa?”. Seorang gadis menempel erat pada lengannya. Ia mengenakan make-up berlebihan dan mini dress berwarna merah. Bibirnya menempel erat pada telinga Key,”Aku bisa menemanimu. Atau kau mau menemaniku?’, tanyanya. Tubuhnya jelas-jelas bau alkohol, keringat dan entah apa lagi. Key menggeser tubuhnya perlahan,”Ah tidak, terima kasih noona. Aku disini saja..dulu”, katanya kelu. Gadis itu tampak tersinggung lalu mengerutkan kening,”Manis, hidungmu berdarah. Tampak cukup parah”, katanya beranjak pergi. Key menyentuhkan tangan ke hidungnya, terasa basah. Berwarna merah. Darah !. Apa pukulan Onew-hyung bisa separah ini?, katanya takjub.

Taemin berlari ke arahnya,”Hyung, bagaimana kalau kita ke karaoke saja sekali ini? Aku bosan sekali dan lagipula Minho-hyung..waaaaa…..!!!”, Taemin terkesiap kaget. Minho muncul dibelakangnya,”Kenapa kau bisa berdarah seperti itu? Ayo sana ke kamar mandi !”, ia mengansurkan sebuah saputangan. Tak perduli itu bersih atau kotor (atau dalam kasus Minho, habis mengelap darah mayat entah yang mana) ia menempelkannya ke hidungnya. Banyak sekali ! Ia merasa semakin heran. Terbersit dalam benaknya untuk menelepon Onew-hyung, tapi pikiran itu disingkirkan sesegera mungkin. Ia berlari ke arah pintu kamar mandi dan membasuh hidungnya di wastafel. Namun darah itu terus saja mengalir. Kenapa? Kenapa? Kenapa? , tanyanya mulai panik.

Darah itu terus mengalir dan kepalanya menjadi pusing. Ditatapnya wajahnya di cermin. Wajah yang menatapnya kembali tampak pucat, berkeringat dan darah membasahi hampir seluruh bagian depan t-shirtnya. Oh no, this is not good, batinnya.
Ia memasuki salah satu bilik kamar mandi lalu menutup kloset dan duduk disana. Darah masih terus mengalir. Tapi masih ada sesuatu yang lain. Jantungnya berdegup kencang. Nafasnya tersengal. Kepalanya rasanya sakit dan hidungnya….sakit sekali ! Kenapa aku ini ?!, tanyanya semakin panik.

Ia mencengkeram t-shirtnya yang sudah basah berlumuran darah. Jantung itu berdegup semakin kencang. Tapi ia lalu menjadi heran. Bukankah aku sudah mati? Lalu mengapa jantung ini masih berfungsi seperti ini? Ap…apa….rasa sakit seolah menghunjam seluruh tubuhnya dan matanya semakin memerah. Merah, pekat, seperti darah. Ia merosot turun dari kloset dan terbaring di lantai, di bilik kamar mandi yang sempit itu. Apa hanya sampai sini saja hidupku?, tanyanya merana. Lalu rasa sakit itu bertambah. Dan ia tak kuasa lagi. Key menjerit, keras. Tak ada yang mendengar, suara musik yang bergema diseluruh ruangan menutupnya.

Sementara itu, Minho menyenggol pinggul Taemin,”Kemana Key? Kok lama?”. Taemin bergoyang mengikuti musik,”Entah. Nanti dulu Hyung, aku suka lagu ini”. Ia semakin menari dengan lincah dan Minho mendesah panjang.


Note : 3 more chapters to go….feel free to leave any comments ! Kamsa hamnida ^^





Chapter 6 – “Heartbreaker”

3 01 2011

CHAPTER 6

Photobucket

“Hyung !”. “Hyung !”. “Hyung !” Suara itu memaksa. Ah diamlah, Jonghyun membalikkan tubuhnya. Masih ingin tidur sebentar lagi. “Hyung!”. Aduh ribut sekali, biarkan aku tidur lebih lama, keluhnya. “Hyung!”, kali ini suara itu diikuti gerakan tangan yang menggoyang tubuhnya. “Aish ! Biarkan aku tidur sebentar lagi !”, pekik Jonghyun kesal. “Hyung!”. Jonghyun membuka mata, siap menghipnotis siapapun yang menganggunya. Cukup mudah bagi manusia, namun butuh usaha esktra bagi para “anggota keluarganya”.

Wajah itu, Key. “WHAT?!”, pekiknya. Key tersenyum dan menunjuk jam dinding yang berpendar dalam gelap itu. Jonghyun memekik, ia terlambat ! Buru-buru ia bangun dan mengambil sepatu. Ternyata semuanya sudah ada di sofa. Jaketnya, tasnya, sepatu hingga kunci tokonya. Key, tentu saja. Ditatapnya wajah itu lalu dipeluknya singkat,”Gomawo”, lalu pergi secepat kilat.

Taemin terbangun mendengar keributan itu. Malam ini ada acara ladies night di bar. Tentu saja ia cenderung ditolak mentah-mentah oleh penjaga pintu, tapi selalu diterima oleh para gadis manis dari pintu belakang. Ia berjalan terseok-seok mendekati kamar mandi, namun pandangannya terhenti saat menatap tulisan itu.

“THE HEARTBREAKERS”. Apa maksudnya?. Ia samar-samar teringat saat pesta tadi malam dan semua orang high akan makanan bercampur darah kering itu. Tulisan siapa ya? Ia tak ingat siapapun dalam keluarga yang memiliki kemampuan tipografi seindah itu.

“Aku yang buat”, sosok itu muncul disampingnya. Tampak sehat dan sangat tampan. Semua makanan dan darah itu membuahkan hasil. Taemin bisa menatap rona kemerahan dipipinya. “Eeee….maksudnya?”. Onew tersenyum dan rona kemerahan itu semakin jelas,”Kita semua ini, tak ada yang bisa menyayangi kita secara tulus. Jonghyun mungkin bisa menghipnotis orang untuk mencintainya, tapi tak akan berlangsung lama. Kau juga demikian. Pheromone-mu kadang-kadang juga mengundang pria, sangat tak aman bagi keluarga ini. Dan aku, apalagi aku. Mungkin aku bisa pura-pura sakit leukemia atau semacamnya, tapi juga tak akan bertahan lama. Key, masih sulit bergaul dengan manusia. Kita semua ini tampak bahagia tapi menderita. Lalu kita juga lebih sering memanipulasi manusia daripada menyayangi mereka. Entah ya..aku…”. Onew terhenti, ia menatap Taemin lama.

Taemin balas menatapnya, bingung. “Kau mau disini terus? Para gadis menunggu dan ingat, aku mau yang segar. Kualitas baik”, katanya dingin dan kembali menjadi Onew yang disegani. Taemin mengendikkan bahu lalu melangkah menuju kamar mandi.

Onew melangkah menuju dapur dan ditatapnya makhluk kreasinya. Dalam celemek pink. Sedang membersihkan dapur dan menulis catatan. Resep, mungkin. Atau sejenisnya. “Kau sedang apa?”, tanyanya. Key tersenyum menatapnya,”Ah Hyung, hanya bersih-bersih. Ada menu lain yang Hyung suka? Nanti aku coba buat. Aku sedang pikirkan cara membuat cookie…tapi cookie yang…”. BUGH ! Sebuah tonjokan mendarat di hidung Key. Ia meringis menahan sakit saat darah segar mengalir dari hidungnya. “KELUAR ! AKU BILANG KELUAR ! Kalau hanya ingin koki, aku tak perlu capek-capek membuatmu, pabo ! Aku mau kau keluar dan bawa darah ! Kualitas baik! Kalau tidak, kau tak perlu pulang lagi !”, jeritnya sambil memecahkan setumpuk piring lalu melangkah pergi. Key, bergetar di tempatnya, lalu melepas celemeknya dan melangkah pergi. Bagaimanapun,tampaknya ia masih belum sesukses yang lain di mata tuannya itu.

Ia melangkah gontai. Kemana? Bagaimana? Ia bingung. Sebuah mobil Audi hitam berhenti didepannya. Pengemudinya membuka kaca mobil dan tersenyum lebar. Minho. Ah, aku ikut saja dia. Mungkin nanti kami bisa berburu bersama, batinnya. Dan ia mulai sedikit gembira saat mobil itu meluncur mulus meninggalkan pekarangan rumah.





Chapter 5 – “Heartbreaker”

3 01 2011

CHAPTER 5

Photobucket

Onew membuka mata saat wangi omellette membangunkannya dari tidurnya. Bau nikmat apa itu, tanyanya?. Ia belum pernah mencoba makanan manusia (kalaupun dulu, ia sudah lupa sama sekali), dan lebih sering lapar dibandingkan makhluk kreasinya. Setidaknya entah mengapa mereka masih bisa makan dan minum makanan manusia. Meributkan ayam goreng dan pizza. Ia tak paham. Ia tak punya guru dan siapapun untuk ditanya. Dulu sekali, saat ia diubah. Ia hanya diubah untuk menjadi creator lalu ditinggal pergi begitu saja oleh penciptanya, siapapun ia. Kini Onew sudah tak ingat lagi, kapan ,bagaimana dan siapa dan detail semacamnya mengenai “Hari kelahirannya” dan sudah tak terlalu ambil pusing lagi. Karena akhirnya kini ia tak sendiri, sudah punya keluarga.

Seseorang mengetuk pintunya perlahan,”Chogee….Hyung, sudah bangun belum ya?”. Suara Key, di pintu. Onew membuka pintu dan hampir tersedak geli. Key berdiri didepannya, mengenakan celemek berwarna pink. Ditangannya tampak sebuah piring dengan benda berwarna kekuningan diatasnya. Baunya sih sedap, apa ini bau yang tadi ya?,tanya Onew ragu.
“What?”, tanya Onew ketus. Ia baru bangun dan belum sempat cuci muka, merasa tak nyaman. “Makan dulu, Hyung. Ini namanya omellette. Telur. Enak sekali. Biar Hyung tak pucat begitu”, kata Key takut-takut sambil menyodorkan piring itu. Onew mendesah panjang,”Key, aku tak bisa makan makanan seperti itu ! Apa masih belum jelas ucapanku selama ini atau kau memang bodoh, oh?”, katanya. Key mendesah, setengah memaksa,”Jangan begitu Hyung, Aku sudah capek-capek masak, cobalah dulu ya…”, katanya mengiba. Onew menghela nafas dan menyadari hal paling buruk terjadi adalah muntah tak berkesudahan. “Ne…..”,katanya sambil mengambil piring itu, menyendok sedikit lalu memasukkannya kedalam mulutnya. Mengunyah adalah yang tersulit. Ia sudah lama tak mengunyah. Dipaksanya otaknya untuk mengingat kembali cara mengunyah dan dipandangnya makhluk kreasi didepannya itu,”Puas?”.

Key tersenyum senang,”Otte? Ch’a nay o?”. Onew masih mengunyah lalu menelan. Dan menunggu. 1 detik, 3 detik, 5 detik lalu 10 detik. Ia heran, biasanya ia langsung muntah. Dan makanan ini lezat sekali ! Kok bisa?. Wajahnya yang heran pasti terlihat jelas oleh Key, Key lalu tersenyum,”Hyung, sebenarnya omellette ini dicampur dengan darah kering, makanya Hyung bisa makan. Tadi malam Jonghhyun-hyung membawa persediaan cukup banyak. Kucoba saja seperti itu. Ternyata bisa, kan? Hyung suka? Mau tambah?”. Onew tak menjawab, ia lalu membanting pintu. Saat Key menggedor-gedor pintunya, ia lalu duduk di lantai dan menghabiskan isi piring itu hingga tandas. Belum pernah ia merasa sekenyang itu seumur hidupnya.

Dan malam itu mereka berpesta. Tak ada pheromone Taemin yang tercium. Tak ada sorot mata hitam keabuan Jonghyung yang hypnotic. Tak ada Minho yang harus lalu lalang kesana kemari mengirim darah dan mengurus mayat. Tak ada Onew yang pucat dan kelaparan. Malam itu semuanya kenyang dan bergembira. Key masih terus memasak didapur. Onew menatap punggung Key yang sibuk memotong tomat dan memasukkan darah kering ke dalam sup. Suatu hari nanti, bisik Onew sedih. Suatu hari nanti, janjinya.








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.